Jamie Vardy
Pemain

Ancaman Pembunuhan Teror Jamie Vardy

Bintang Leicester City Jamie Vardy mengaku bahwa dirinya menerima ancaman pembunuhan. Ancaman tersebut diduga bahwa Vardy terlibat dalam pengambilan keputusan pihak klub yang memecat sang manajer Claudio Ranieri pada bulan Februari 2017 lalu.

Jamie Vardy
Jamie Vardy mengaku bahwa dirinya menerima ancaman pembunuhan

Ranieri sejatinya berhasil mengantarkan The Foxes untuk meraih gelar juara Liga Primer Inggris di musim lalu. Hal tersebut sekaligus menjadi sejarah bagi klub yang bermarkas di King Power Stadium ini.

Namun, pelatih berkebangsaan Italia itu tidak mampu mempertahankan performa Riyad Mahrez CS di musim ini dan justru Leicester City terdampar di urutan ke 15 tangga klasemen sementara Liga Primer Inggris.

Berselisih hanya enam poin dari Hull City yang menempati posisi zona degradasi. Melihat performa tersebut, membuat manajemen klub mengambil keputusan untuk memecat Ranieri.

Sejumlah laporan mengungkapkan bahwa Vardy menjadi salah satu pemain Leicester City yang menginginkan agar Ranieri dipecat. Lantas, pemain yang kini dipercaya memperkuat timnas The Three Lions tersebut menjadi target para fans yang marah dan mengancam keselamatan Vardy bersama seluruh keluarganya.

Keterangan Vardy Terkait Ancaman Kepadanya

“Cerita tersebar di luar sana dan membuat satu sama lain menanggapi cerita tersebut. Mereka pun bereaksi dengan keras dan bahkan mengancam jiwa raga saya. Tak hanya saya, tetapi juga orang-orang terdekat seperti istri dan anak-anak saya. Semuanya itu (ancaman) datang,”

Jamie Vardy
Jamie Vardy menjelaskan bahwa dirinya tidak terlibat atas keputusan klub yang memecat Claudio Ranieri

“Berbagai ancaman beredar di berbagai platform, mulai dari jalanan, hingga media sosial, dan sebut saja yang kalian semua ketahui,”

“Pada awalnya, saya mengabaikan berbagai ancaman tersebut. Namun ketika mereka mengganggu pasangan saya yang sedang berkendara bersama anak-anak, tentu hal itu tidaklah baik. Tidak hanya sekali, tapi terjadi berulang kali dan itu mengerikan,” ujar Vardy.

Penyerang yang kini telah berusia 30 tahun tersebut memberikan keterangan dan meyakinkan kepada seluruh para pembenci atau haters, bahwa dia tidak terlibat dan tidak memiliki andil atas pemecatan Ranieri.

“Semua berita yang beredar tersebut sungguh sangat menyakitkan bagi saya dan keluarga. Saya tegaskan, bahwa kabar tersebut salah dan tidak benar. Semua tuduhan yang dialamatkan ke saya adalah salah. Tak ada kaitannya hal itu (pemecatan Ranieri) dengan saya,” tutup Vardy.

Jamie Vardy Senang Leicester City Lolos Ke Babak Perempat Final Liga Champions

Secara mengejutkan Leicester City menjadi satu-satunya wakil Inggris yang terus melaju ke babak perempat final Liga Champions musim ini. The Foxes berhasil meraih tiket ke fase delapan besar, setelah sukses menaklukkan perlawanan Sevilla dengan skor 2-0 di laga leg kedua yang dihelat di King Power Stadium. Sehingga agregat akhir menjadi 3-2 untuk keunggulan Leicester.

Jamie Vardy merasa senang Leicester City lolos ke babak berikutnya

Keberhasilan tersebut membuat sang striker Jamie Vardy merasa senang. Meskipun pada laga tersebut, dirinya tidak mencetak gol.

“Kami merasa senang dapat lolos ke babak berikutnya. Hal ini tentu tidak terlepas dari permainan terbaik yang ditampilkan oleh semua pemain, baik yang bermain di atas lapangan maupun yang berada di bangku sekolah,”

“Selanjutnya, kami harus lebih bekerja keras untuk melangkah ke fase semifinal. Hal memang tidaklah mudah, namun yang terpenting adalah kami harus menampilkan penampilan terbaik yang kami miliki. Dengan begitu, walaupun nantinya harus tersingkir, tetapi setidaknya kami telah memberikan yang terbaik,”

“Kelolosan kami di babak perempat final juga menjadi bekal yang sangat berharga untuk mengarungi sisa musim di kancah liga domestik. Mengingat saat ini kami tengah berjuang untuk menghindari zona degradasi,” ungkap Vardy.